Hot News

1. Bisnis Valas Diprediksi Naik
Rabu, 11/04/2007
SURABAYA (SINDO) – Kasus penipuan bermodus investasi valuta asing (valas) yang terungkap belakangan ini, dinilai mempengaruhi bisnis valas yang ada.Meski tidak signifikan secara volume, namun secara psikologis mengurangi minat calon investor baru. ’’ Januari kita mencatat 4 investor baru.Februari naik menjadi 10 investor. Nah, di Maret hanya ada 2.Ini mungkin wujud traumatis terhadap berita kasus investasi valas yang disalahgunakan tersebut,”ujar Branch Manager Millenium Penata Futures Surabaya Chairul Mansyah. Namun,Chairul yakin kondisi investasi valas selama 2007 ini akan tetap lebih baik dari tahun lalu.Sebab, bila berkaca pada pengalaman saat krisis ekonomi 1998-2001, bisnis ini justru melahirkan banyak pemain baru. Walaupun, belakangan disalahgunakan untuk melakukan tindak kriminal. Chairul menyatakan,kondisi ekonomi sekarang ini membuka peluang bagi bisnis valas untuk menarik investor baru. Yaitu dari posisi suku bunga deposito yang saat ini berkisar 6%-8% per tahun.Kemunculan ORI001 dan ORI002 tidak mengurangi minat calon valas sebab memiliki segmen berbeda.’’Untuk pertumbuhan tahun ini kita belum bisa prediksi sebab hal itu tergantung dari pemainnya,” ujarnya. Di Milllenium Penata Futures Graha Pasifik yang dipimpinnya, Chairul mengaku saat ini dana para investor yang berlalu-lintas melalui cabang ini mencapai Rp1-2 miliar pada tiga bulan pertama 2007. Diperkirakan, jumlah ini masih akan terus meningkat signifikan dengan penambahan dana hingga akhir tahun mencapai Rp1,2 miliar.’’ Itu perkiraan dana ya.Kalau keuntungan dari investor kita tidak bisa janji karena regulasinya memang tidak boleh. Di sini ada yang bisa gain sampai 100%, tapi ada juga yang loss,” ujarnya. Untuk itu Millenium mencoba memberikan informasi komprehensif dan menyediakan software yang terhubung Internet untuk mengetahui pergerakan valas.(dili eyato)

2 .IMF : Penguatan Euro Tidak Berbahaya
Sabtu, 14/04/2007
FRANKFURT (SINDO) – Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) menilai penguatan euro saat ini tidak mengkhawatirkan.Selain tidak mengancam perkembangan ekspor negara-negara Eropa,penguatan itu juga masih dalam nilai yang wajar. ”Kami melihat tidak ada ancaman dalam melakukan pemulihan,” ujar Ketua Departemen Eropa IMF Michael Deppler seperti dilaporkan Financial Times Deutschland,kemarin. Deppler berpendapat, kenaikan euro merefleksikan kuatnya pertumbuhan ekonomi pada 13 negara blok Eropa. Dia optimistis penguatan itu tidak akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekspor.”Ekspor akan tetap menunjukkan kinerja yang baik,”tandasnya. Pada perdagangan kemarin, euro menguat hingga menjadi USD1,35, level tertinggi sejak 3 Januari 2005. Kenaikan ini terjadi setelah Bank Sentral Eropa mengirimkan sinyalemen kenaikan suku bunga pada Juni mendatang. Kendati demikian, Deppler mendesak bank sentral untuk memantau perkembangan suku bunga secara intensif. ”Dengan kinerja ekonomi di kawasan Eropa mendekati atau di atas potensi serta inflasi sekitar 2%,kenaikan suku bunga hingga 4% masih bisa dijamin,” kata dia.Pengetatan moneter diperlukan jika pertumbuhan berlanjut di atas tren dan risiko pendapatan meningkat. (AFP/ hery kwh)

3. Bursa Berjangka Bekukan SPAB Sarana Perdana
Sabtu, 14/04/2007
JAKARTA (SINDO) – PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) kembali menjatuhkan sanksi pembekuan surat persetujuan anggota bursa (SPAB) kepada PT Sarana Perdana Berjangka (SPB),terhitung 11 April lalu.SPB dinilai telah melakukan berbagai pelanggaran administratif, di antaranya laporan keuangan yang dilaporkan ke Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang ditembuskan ke BBJ tidak menunjukkan keadaan yang sebenar-benarnya. Direktur Utama BBJ Hasan Zein Mahmud mengatakan, SPB secara sengaja menyembunyikan identitas pengendali perusahaan yang sesungguhnya dalam pengisian formulir izin pialang kepada Bappebti maupun kepada bursa.”Ini pelanggaran serius,” kata dia di Jakarta, kemarin. Selain itu, manajemen atau pengurus perusahaan yang tercantum dalam akta resmi perusahaan tidak memiliki kewenangan dalam menata kegiatan operasional perusahaan,disebabkan adanya pihak lain (bukan pengurus) yang justru menjadi pengendali perusahaan. Pelanggaran lain,menurut Hasan, adanya pihak pengendali perusahaan yang tidak tercantum dalam akta resmi, juga memiliki akses penuh untuk melakukan penarikan dana melalui fasilitas klik BCA.Di samping itu, kondisi kantor sudah tidak dapat melayani kegiatan operasional. ”Kantor SPB ditutup pihak kepolisian, terkait kasus dari PT Sarana Perdana Indoglobal yang masih terafiliasi (satu grup usaha dengan SPB),”kata dia. Berkaitan dengan pelanggaran tersebut, BBJ memberikan waktu 30 hari kerja sejak tanggal dikeluarkan surat pembekuan kepada SPB untuk melakukan langkah-langkah perbaikan, yang diwajibkan BBJ.Langkah perbaikan itu di antaranya SPB diwajibkan mengembalikan semua dana nasabah yang tidak mempunyai posisi. (rakhmat baihaqi)

4. BI Desak Segera Diterbitkan
Sabtu, 14/04/2007
JAKARTA(SINDO) – Bank Indonesia (BI) mendesak segera menerbitkan Undang-Undang Transfer Dana, untuk mengatur dan memudahkan pengawasan dalam proses transfer dana.Selama ini sangat sulit menelusuri jika terjadi tindak pidana,sehingga tidak adanya kepastian hukum bagi para pihak apabila terjadi perselisihan keperdataan. Sebagai informasi, banyak negara yang sudah memiliki Undang-Undang Transfer Dana. Undang-undang ini akan mengatur pelaksanaan transfer dana di dalam negeri dan yang bersifat cross border baik secara manual maupun elektronik.”Selain itu,memiliki peraturan lain seperti alat bukti elektronik,” ujar Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom di Jakarta,kemarin. Menurut Miranda, pelaksanaan transfer dana tunduk pada ketentuan yang tidak seragam akibat disesuaikan dengan praktik masing-masing bank maupun lembaga nonbank. Kondisi seperti ini menimbulkan masalah hukum karena ketentuan yang ada belum mampu memberi kepastian maupun perlindungan hukum bagi para pihak.Misalnya, lanjut Miranda, pembuktian yang diupayakan nasabah selalu dianggap kurang memadai, bahkan dalam beberapa kasus nasabah justru dikenai dakwaan penggelapan, penadahan, ataupun pemalsuan. Di sisi lain, dengan kecanggihan teknologi, oknum tertentu mewujudkan itikad buruknya untuk melakukan tindak kejahatan yang merugikan bank dan nasabah. Miranda mengungkapkan, berdasarkan data BI,ratarata harian perputaran kliring pada 2006 mencapai Rp4,88 triliun dengan warkat harian sebanyak 299.992 lembar.Sedangkan untuk Bank Indonesia, Real Time Gross Settlement (sistem BI-RTGS) pada 2006 mencapai Rp118,3 triliun dengan volume 28.151 transaksi.Jumlah ini menunjukkan bukti volume dan nilai transaksi transfer dana meningkat pesat. ”Tidak hanya memberi perlindungan hukum.Kondisi yang terjadi saat ini, tidak memberikan dasar hukum bagi aparat penegak hukum dalam membasmi tindak pidana transfer dana. Jika dibiarkan berlarut-larut akan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan transfer dana yang aman, cepat,dan efisien,”tegas dia.

Miranda menambahkan, proses transfer dana merupakan proses yang kompleks dan menimbulkan risiko maupun konsekuensi hukum bagi para pihak yang terlibat. Secara umum,transfer dana didahului adanya hubungan hukum antara pengirim dana dan penerima dana. Masalah hukum akan timbul jika transfer dana gagal dilaksanakan. Bukan hanya berakibat pada pengirim dan penerima dana, melainkan banyak pihak. ”Kegagalan atau keterlambatan transfer dana menyebabkan kegagalan pembayaran terhadap penerimaan dana,yang pada akhirnya merugikan kelancaran transaksi lain yang dilakukan penerima dana,”papar dia.

Dihubungi terpisah,anggota Komisi XI DPR Ramson Siagian menilai usulan dan wacana tersebut positif karena melindungi kepentingan nasabah.Selanjutnya, usulan itu dapat diteruskan kepada DPR melalui rapat kerja pada Mei mendatang dan dilakukan pembahasan secara mendalam. ”Hal itu positif. Dalam pembahasan nanti bisa ditinjau dampak positif dan negatifnya. Jika dirasa mendesak, usulan itu bisa diakomodasi, namun harus mendapat dukungan dari seluruh stakeholder,” tegas anggota FPDI Perjuangan itu. Ramson menambahkan, dewan akan mendukung lontaran ide tersebut, sepanjang melindungi kepentingan nasabah serta membantu proses penyelidikan oknum tertentu yang merugikan keuangan negara.Selain itu, mempermudah pembuktian jika terjadi masalah hukum antara pengirim dana dan penerima dana. (tomi sujatmiko)

 
 
5.Rupiah Berpeluang Menguat
Senin, 16/04/2007

Image Rupiah pekan ini berpeluang menguat ke posisi Rp9050–Rp9150 per USD dibandingkan penutupan pekan kemarin (13/4) pada level Rp9.097 per USD.

JAKARTA (SINDO) –Menguat 20 poin dibandingkan penutupan pekan sebelumnya, Kamis (5/4), sebesar Rp9.100 per USD. Ekonom Standar Chartered Fauzi Ikhsan menyatakan, hal ini seiring sentimen positif dari membaiknya perekonomian Jepang yang berimbas kuat pada perekonomian regional di kawasan ASEAN.

Kendati demikian, ungkap dia, rupiah tetap butuh waktu lama untuk penyesuaian bergerak akibat indikasi positif dari kawasan regional tersebut.’’Kecuali,jika kemudian perekonomian Jepang mengimbas langsung pergerakan saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ), barulah rupiah akan cepat bergerak,” tutur Fauzi kepada SINDO,pukul 10.00 WIB,tadi pagi.

Menurut dia, rupiah biasanya baru akan terimbas kuat jika terjadi aliran modal masuk dan keluar Indonesia.Namun,jika hanya beberapa wacana tanpa ada aksi yang pasti,rupiah cenderung tidak bergerak signifikan. Terkait skandal Wolfovitz yang ramai mewarnai perekonomian global, tutur Fauzi, relatif tidak berpengaruh.

Sebab, skandal presiden Bank Dunia itu akan berpengaruh pada politik Amerika dan kebijakan bank multilateral itu pada negara-negara berkembang yang jadi relasinya. ’’Kalau skandal itu, rasanya terlalu jauh bisa memengaruhi rupiah,” tuturnya.

Sementara, analis BNI Ryan Kiryanto menyatakan,rupiah akan bergerak menguat di level Rp9.000- –Rp9.100 per USD.Hal ini dipicu indikator makroekonomi yang semakin membaik.Di antaranya,ekspektasi inflasi April yang lebih rendah daripada Maret.”Maret–April ini, harga sembako relatif akan stabil dan mampu menekan inflasi ke level lebih rendah,” tuturnya kepada SINDO,pukul 10.00 WIB. (kurniana ufik)

 

 

 

6. DUIT PANAS

Waspadai Goyangan Hedge Fund

Wahyu Tri Rahmawati, Hari Widowati

posted by kontan on 04/16/07

JAKARTA. Negara-negara industri maju yang tergabung dalam G7 pun mulai gerah terhadapaksi hedge fund yang geraknya masih leluasa dan minim pengawasan. Dalam pertemuan Jumat-Minggu pekan lalu,G7 mengingatkan goyangan hedge fund bisa megancaman sistem keuangan dunia.

Negara-negara berkembang seperti Indonesia seharusnya juga waspada. Sebab, pasar negara-negara berkembang (emerging markets) sering jadi sasaran investasi hedge fund.

Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala Riset Danareksa Research Institute, hedge fund identik dengan investor pembawa uang panas. Biasanya mereka memilih investasi jangka pendek seperti saham yang bisa dimasuki dalam waktu singkat dan ditinggalkan setelah mendapatkan untung besar. “Hedge fund itu spekulatif sekali. Dia tidak menunggu puluhan bulan tapi biasanya hanya pendek sekali. Itu yang ditakutkan oleh orang-orang karena risikonya lebih tinggi,” ujar Purbaya, Minggu (15/4).

Menurut Purbaya, hedge fund bisa menempatkan dananya di negara maju maupun negara berkembang yang bursanya belum stabil. Ia menduga, mereka juga sudah masuk Indonesia. “Tadinya pasar saham kita lamban, tapi begitu harga-harga mulai naik dan menjanjikan, mereka banyak yang masuk sekarang,” tuturnya.

Menurut Fauzi Ichsan, Ekonom Pasar Global Standard Chartered Bank, hedge fund masuk ke Indonesia dan negara-negara yang memberikan tingkat suku bunga tinggi karena mereka memburu imbal hasil Bahayanya, hedge fund masuk ke suatu negara dengan dana dalam jumlah besar. Dus, jika mereka tiba-tiba keluar, bisa menimbulkan ketidakstabilan moneter. “Begitu mereka menarik dananya beramai-ramai, jeblok pasar modal kita,” tandasnya.

Menurut data HedgeFund Intelligence, kini, dana yang dikelola oleh hedge fund internasional mencapai sekitar US$ 2 triliun. Laporan Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) pada Februari 2007 juga menyebutkan aliran modal ke negara-negaraberkembang meningkat pesat. Selain menunjukkan ada perbaikan fundamental ekonomi, hal itu juga cermin bahwa negaraberkembang jadi pasar bagi pemburu imbal hasil (yield).

Kata Fauzi, untuk mencegah dampak penarikan modal hedge fund, Indonesia harus memperkuat fundamental ekonominya. Kini, indikator fundamental ekonomi kita cukup kuat. Tapi, prestasi itu harus dipertahankan dalam waktu lama agar investor percaya dan betah berinvestasi di Indonesia.

 

7.IHSG Berpeluang Menguat di Level 1.971
Rabu, 18 April 2007 | 09:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) masih berpeluang terus menguat. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sentimen regional yang juga mengalami penguatan kembali.

Analis pasar modal dari PT Sinarmas Sekuritas, Alfiansyah, memperkirakan, indeks pada pembukaan sesi perdagangan pertama Rabu (18/4) pagi ini berada di level 1.971. Ini berarti menguat sekitar 6 poin dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin yang berada di level 1.965 .

“Kalau tren bagus, target resistennya bisa mencapai level 1.992,” kata Alfiansyah, pagi ini.

Menurut dia, kenaikan indeks itu dipengaruhi ekspektasi membaiknya kinerja emiten pada kuartal I dari pada periode sebelumnya. Sebab, faktor penurunan suku bunga dianggap juga akan menurunkan biaya operasional emiten.

Selain itu, kata dia, penguatan juga dipicu naiknya saham pertambangan seperti Antam, Timah dan Inco. Kenaikan ini terkait dengan melonjaknya harga komoditi sektor pertambangan secara signifikan. “Pengaruhnya cukup kuat terhadap pergerakan saham,” tuturnya.

Dia menambahkan, saham-saham berkapitalisasi besar (blue chips) seperti Telkom dan Astra diperkirakan juga memberikan pengaruh kuat terhadap penguatan indeks hari ini. Sedangkan di sektor perbankan, Bank Mandiri yang berhasil menurunkan rasio kredti seret (NPL) dan dianggap akan memberikan prospek bagus bagi perseroan, juga akan mempengaruhi indeks.

 

 






 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: