Arus Modal Asing yang Masuk Harus Diwaspadai Negara ASEAN

Posted on April 14, 2007. Filed under: Uncategorized |

Sabtu 14/4/2007 (SINDO SORE)
 

Beberapa tahun belakangan, arus modal begitu deras masuk ke negaranegara Asia Tenggara (The Association of South East Asian Nations/ASEAN). Terutama pada elemen obligasi dan pasar modal. Peningkatan ini selain berdampak positif terhadap makroekonomi, juga berpotensi menciptakan efek negatif.

MENTERI Keuangan (Menkeu) dan bank sentral di negara-negara ASEAN harus mewaspadai risiko kebijakan makro akibat meningkatnya arus modal asing yang masuk beberapa kurun waktu terakhir.

Arus modal asing yang cukup tinggi itu diterima beberapa negara ASEAN, yakni Thailand, Filipina, Malaysia,dan Indonesia. ’’Derasnya arus modal itu menimbulkan kompleksitas yang cukup tinggi di dalam pengelolaan kebijakan makroekonomi di negara- negara kawasan ASEAN,” tutur Menkeu Sri Mulyani Indrawati, beberapa waktu lalu.

Menkeu menambahkan, beberapa dampak dari capital inflow, yakni pertama, banyaknya jumlah uang yang beredar dan menyebabkan bank sentral harus segera melakukan sterilisasi. Kedua,capital inflowyang deras menyebabkan nilai mata uang menguat dan akan mengancam neraca perdagangan ekspor. Ketiga, cadangan devisa juga akan meningkat sangat tinggi sehingga pemerintah perlu melakukan strategi me-recycle cadangan devisanya.

’’Kondisi itu juga memaksa kami sebagai pengelola kebijakan makro dan BI (Bank Indonesia, bank sentral RI) pada tataran moneternya, harus waspada dan mengelola keseimbangan dari berbagai komponen di ekonomi makro. Termasuk kemungkinan laju inflasi dan harga minyak yang tidak turun,”tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Departemen Keuangan (Depkeu) Anggito Abimanyu juga menyatakan, pertumbuhan perekonomian ekonomi global dan regional pada 2007 akan menghadapi tantangan besar. Bahkan, pemerintah memperkirakan akan terjadi perlambatan dari 5,4% pada 2006 menjadi 4,9% pada 2007. Terkait tingginya aliran modal yang masuk, tutur Anggito, akan berdampak pada pergerakan pasar modal di Indonesia meski relatif kecil.

Karena itu, pemerintah saat ini tengah mengupayakan penguatan inisiatif pengembangan pasar modal. Menkeu Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, Indonesia bersama negara-negara anggota ASEAN Finance Minister Meeting (AFMM) sepakat merealisasikan identifikasi sub-sub sektor keuangan yang menjadi prioritas untuk integrasi yang lebih luas di sektor perbankan, asuransi, dan instrumen keuangan lainnya. (kurniana ufik)


Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: