Investasi Di Indonesia Meningkat

Posted on April 11, 2007. Filed under: Uncategorized |

AKARTA (SINDO) – Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan investasi tetap atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) Indonesia tahun ini mencapai 11,7%. Pertumbuhan investasi akan didorong kenaikan pengeluaran pemerintah dan kecenderungan penurunan tingkat suku bunga.”Suku bunga yang rendah akan mendorong pertumbuhan kredit investasi. Sementara belanja pemerintah juga cukup besar,” ujar ekonom utama Bank Dunia William E Wallace dalam keterangan pers Economic and Social Update di Jakarta, kemarin. Dia menuturkan, sejak 2005 pergerakan investasi turun signifikan.

Penurunan dimulai pada kuartal II 2005, yang kemudian merambat pada kuartal I hingga III 2006. Berdasarkan siklus investasi, penurunan akan berhenti pada titik terendah sebelum kembali meningkat. Terbukti, pada kuartal IV 2006 investasi pulih dan memiliki kecenderungan meningkat hingga saat ini.

”Pada kuartal IV 2006 PMTB tumbuh 8,2% (kuartal ke kuartal). Hal ini merefleksikan (pembalikan) penurunan pada 2005 dan kenaikan ini bakal terus pada tahun ini,”kata dia. William menjelaskan, perubahan orientasi kebijakan fiskal pemerintah sejak 2005 dari konsolidasi menjadi stimulus ekonomi merupakan langkah tepat. Belanja pemerintah berperan signifikan memicu pertumbuhan modal. Apalagi, fokus pemerintah adalah pembangunan infrastruktur.

”Optimisme 2007 karena keputusan fiskal pemerintah. Kuncinya adalah meningkatkan infrastruktur di Indonesia,”katanya. Dia memaparkan, belanja pemerintah masih sangat signifikan memengaruhi pertumbuhan investasi. Karenanya, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan PMTB turun kembali pada 2008, yakni hanya 9,3%. ”Di 2008 pemerintah memperkecil pengeluaran dan mengandalkan investasi dari sektor swasta.Namun, kualitas pertumbuhannya akan lebih baik,” kata dia.

Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3% pada 2007 diperlukan pertumbuhan investasi 12,3% atau pembentukan modal tetap bruto sebesar Rp989 triliun. Peningkatan investasi tersebut merupakan keharusan karena realisasi investasi tahun lalu sangat buruk. Ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi 2006 jauh dari target. William menambahkan, pengesahan Undang-Undang Penanaman Modal (UU PM) menjadi magnet kuat bagi investor asing dan lokal untuk berinvestasi di Indonesia.

Salah satu pasal yang menetapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memiliki kewenangan koordinasi hingga daerah dianggap positif karena mampu menyederhanakan pelayanan investasi.”Namun,semua tetap bergantung pada pelaksanaannya,” kata dia. Sementara itu, ekonom senior Bank Dunia Milan Brambatt mengatakan, di berbagai negara, pemerintah selama ini memfokuskan diri pada perbaikan iklim investasi. Perbaikan terutama dilakukan pada hambatanhambatan investasi. ”Bank dunia melakukan survei mengenai doing business dan banyak pemerintah yang memfokuskan diri pada upaya memperbaiki investasi,” ujar Brambatt.

Di sisi lain, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2008 mencapai 6,5%.Angka ini lebih kecil dibandingkan target pemerintah sebesar 6,8%. Brambatt mengatakan, meski tumbuh lebih rendah dari target pemerintah, sejumlah indikator perekonomian Indonesia sebetulnya telah membaik, khususnya di akhir 2006 dan awal 2007. Namun, kemiskinan masih menjadi masalah perekonomian ke depan. (muhammad ma’ruf)


Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: